Bahaya Penyakit Jantung Bengkak

Bahaya Penyakit Jantung BengkakBahaya penyakit jantung bengkak – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit tentang Bahaya Penyakit Jantung Bengkak. Tahukah anda dengan jantung bengkak ?? Jantung bengkak adalah penyakit jantung yang memiliki kelainan otot otot jantung yang membengkak dan apa bahaya jantung bengkak?? Jantung bengkak di khawatirkan kepada penderita jantung bngkak mengalami resiko yang sangat tinggi seperti kesulitan bernafas atau yang di sebut dengan sesak nafas. Bahkan beberapa kasus banyak yang meninggal akibat pembengkakan jantung.

Jantung bengkak perlu kita waspadai dengan kita mengetahui akan ciri ciri jantung bengkak, penyebab dan cara mengobatinnya.

Baca Juga : Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Ciri ciri Jantung bengkak

  1. Rasa sakit dibagian tubuh lainnya seperti, bahu, leher, punggung, siku
  2. Adanya pembekakan pada bagian tubuh tertentu biasanya kaki atau perut
  3. Selalu merasakan mual, Nafsu makan berkurang, Rasa panas dibagian dada
  4. Pada wanita/pria sering merasakan rasa sakit pada tangan kanan dan lengan
  5. Mengalami gejala batuk yang continue / berulang dan sering
  6. Sering terasa nyeri setelah beraktifitas lari, naik/turun tangga
  7. Sakit diulu hati sampai kerahang, melayang dan sempoyongan
  8. Kerap terjadi pusing yang tak terahankan sehingga tidak sadarkan
  9. Rasa nyeri dan meradang pada belakang tulang dada
  10. Rasa nyeri dada seperti diremas-remas sering terjadi
  11. Apabila aktifitas berlebihan akan mengalami sesak nafas
  12. Nafas yang tidak teratur sehingga mudah lelah dan capek
  13.  Mengalami detak jantung yang tidak teratur serta berdebar
  14. Baca juga Bahaya jantung lemah

Bahaya Penyakit Jantung Bengkak

Faktor Penyebab Jantung bengkak

  1. Darah tinggi. Darah tinggi membuat jantung memompa lebih keras untuk memenuhi aliran darah ke seluruh tubuh, jika ini berlangsung lama maka jantung akan memperbesar diri dengan penebalan otot jantung. Hipertensi dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar, menyebabkan otot jantung akhirnya melemah. Tekanan darah tinggi juga dapat memperbesar ruang atas jantung (atrium).
  2. Penyakit katup jantung. Empat katup dalam jantung menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Jika katup rusak oleh kondisi seperti demam rematik, kelainan jantung, infeksi (endokarditis infeksius), gangguan jaringan ikat, obat-obatan tertentu atau perawatan radiasi untuk kanker, maka bisa menyebabkan jantung membesar.
    Penyakit otot jantung (kardiomiopati). Ketika penebalan dan kekakuan otot jantung berkembang, maka jantung akan membengkak dalam usahanya memompa lebih banyak darah ke tubuh.
  3. Hipertensi pulmonal. Tekanan darah tinggi pada arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru. Suatu ketika jantung harus memompa lebih keras untuk memindahkan darah antara paru-paru dan jantung. Akibatnya, jantung sebelah kanan bisa membesar.
    Kurang darah merah (anemia). Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak ada sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup dan memadai untuk jaringan. Anemia kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Hal ini terjadi karena jantung harus memompa lebih banyak darah untuk menebus kekurangan oksigen dalam darah.
  4. Gangguan tiroid. Masalah pada tiroid baik itu tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) ataupun kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk pembengkakan jantung.
  5. Jarang olahraga penyebab pembengkakan jantung yang pertama adalah jarang berolahraga. Tubuh yang jarang berolahraga jarang mengeluarkan keringat. Resikonya terjadi kelebihan berat badan (obesitas). Ini sangat berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras dan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada jantung. Bukan hanya membuat jantung bengkak, tidak rajin berolahraga juga beresiko menyebabkan penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.
    Kelainan jantung sejak lahir
  6. Tidak semua orang lahir dengan jantung normal. Beberapa orang mengalami kelainan jantung atau yang biasa disebut sebagai penyakit jantung bawaan. Contohnya, seperti jantung bocor atau timbulnya lubang pada jantung. Ini membuat jantung harus bekerja keras karena tidak sempurnanya organ jantung. Jantung harus memompa lebih keras dan itu sangat potensial menyebabkan terjadinya pembengkakan jantung.

Cara Pengobatan Jantung Bengkak

Pengobatan jantung bengkak yang paling baik adalah dengan merubah pola gaya hidup menjadi lebih sehat dan lebih seimbang. Dan berikut beberapa pola hidup sehat yang di rekomendasikan oleh para dokter.

  • Berhenti merokok
  • Hindari minuman beralkohol
  • Hindari minuman yang mengandung cafein
  • Menurunkan berat badan
  • Konsumsi makanan yang mengandung kadar garam rendah
  • Mengontrol tekanan darah secara rutin
  • Mengendalikan diabetes bila ada
  • Rajin berolahraga ( sesuai rekomendasi dokter ), serta
  • Istirahat yang cukup

Itulah beberapa pola hidup sehat yang harus anda lalakukan dari sekarang untuk mencegah serta mengobati jantung bengkak anda. Mungkin itulah sekilas pembahasan mengenai bahaya jantung bengkak. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat. Dan bagi anda yang saat ini sedang mengalami jantung bengkak dan ingin melakukan pengobatan tanpa pengobatan medis silahkan anda klik > Obat Jantung Bengkak

Inilah Penyebab Penyakit Jantung Koroner Yang Sering Diabaikan

Penyebab Penyakit Jantung koronerPenyebab Penyakit Jantung korone– Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang terjadi karena rusaknya dinding pembuluh darah karena beberapa faktor resiko seperti radikal bebas yang terkandung dalam rokok dan polusi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok dan sebagainya. Kolesterol yang menimbun di dinding bagian dalam pembuluh darah, dapat mengakibatkan pembuluh darah mengalami penyempitan dan aliran darahpun menjadi tersumbat. Akibatnya, fungsi jantung terganggu karena harus bekerja lebih keras untuk memompa aliran darah. Seiring perjalanan waktu, arteri-arteri koroner makin sempit dan mengeras. Inilah yang disebut aterosklerosis.

Faktor penyebab penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi (diubah) dan yang dapat dmodifikasi. Yang tidak dapat dimodifikasi antara lain adalah jeis kelamin laki-laki dan usia, Data menunjukkan bahwa laki-laki jauh lebih banyak menderita PJK dibanding perempuan. Perempuan baru banyak menderita PJk setelah menopause, yaitu pada usia diatas 50 tahun. Hal ini disebankan karena hormon esrogen memiliki efek proteksi terhadap terjadinya aterosklerosis di pembuluh darah koroner. Usia juga merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Semakin lanjut usia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya PJK.

Faktor resiko PJK adalah radikal bebas. Radikal bebas adalah ion molekul tanpa pasangan yang mengikat molekul lain yang mengakibatkan molekul/zat tadi menjadi rusak atau berubah sifat. Misalnya sel-sel pembuluh darah menjadi cepat mati atau pembuluh darah jadi menyempit. Sel-sel yang berubah sifat contohnya adalah sel-sel kanker. Sumber radikal bebas antara lain :

  • Asap rokok
  • Polusi udara
  • Pulusi kimiawi/ lingkungan (misalnya semprotan nyamuk, inteksida, cat)
  • Polusi elektromagnetik (misalnya dari handphone, layar tv, layar monitor)
  • Polusi dari tubuh sendiri (misalnya penyakit kronis seperti diabetes)

Obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung karena terlalu banyak makan. PJK bisa diturunkan dari keluarga, jika salah satu anggota keluarga mempunyai riwayat penyakit PJK. Artinya ada kecenderungan dalam keluarga. Namun, penyebab dasar jantung koroner pada hakikatnya adalah karena kelainan metabolisme. Gejala Penyakit Jantung Koroner Pada Pria

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Berikut ini merupakan penyebab penyakit jantung koroner yang harus anda hindari :

  • Melakukan kebiasaan merokok
  • Seseorang yang terkena diabetes
  • Obesitas
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Mempunyai kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi
  • Faktor keturunan atau genetik
  • Sindrom metabolik
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Kelebihan lemak dibagian pinggang
  • Penyakit Ginjal Akut
  • Sleep apnea

Berikut ini gejala yang umum terjadi pada penyakit jantung koroner :

  • Perasaan nyeri yang terdapat pada dada seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di
  • dalam dada dan meremas-remas atau disebut dengan angina.
  • Perasaan terbakar pada bagian dada
  • Sesak nafas
  • Sesak di bagian dada
  • Perasaan mual
  • Sering pusing
  • Mati rasa pada bagian dada
  • Detak jantung tidak teratur dan sering kali cepat

Jika sesorang mengalami angina, gejala di atas akan sering muncul di saat anda melakukan aktifitas fisik seperti oalhraga. Karena tubuh pada saat itu memerlukan banyak pasokan darah dan jantungpun menuntut arteri untuk memasok lebih banyak darah,namun karena plak atau timbunan kolesterol di dalam arteri dan pembuluh darah yang menyempit maka jantung tidak dapat memompa darah dengan banyak. Jika hal tersebut tidak segera ditangani akan membuat pembekuan darah di dalam arteri sehingga menjadi serangan jantung.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner ini merupakan penyakit kronis yang anda harus dicegah dengan mematuhi apa saja yang menjadi penyebab untuk segera anda tinggalkan. Anda dapat memeriksakan tubuh anda ke dokter spesialis. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pada anda termasuk angigrafi resonansi magnetik, computerized tomography, catherterization koroner, elektrokardiogram dan ekokardiogram.

Obat-obatan yang diberikan dapat berupa obat untuk mengencerkan darah untuk mencegah pembekuan darah, obat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan membuka arteri yang tersumbat. Jika obat tersebut tidak dapat mengontrol penyakit jantung koroner, maka prosedur bedah akan digunakan sebagai opsi pengobatan yang efektif.
Akan tetapi di jaman yang serba modern dan teknologi yang sudah canggih, telah ditemukan metode pengobatan yang menggunakan teknologi yang sangat canggih yaitu:
Pengobatan Kanker Payudara dengan Menggunakan Metode Terapi Ozon
dan

Terapi Laser Weber

Anda tidak perlu khawatir bila harus keluar negeri untuk mendapatkan pengobatan dengan Terapi Ozon dan Terapi Laser Weber, di Indonesia tepatnya di Bekasi ada Klinik yang sudah mengaplikasikan metode tersebut. Bisa klik Klinik dr. Lenny Tan

Demikian tadi informasi tentang Gejala, Penyebab, Pencegahan Penyakit Jantung Koroner ,semoga dapat memberikan anda pengetahuan untuk segera melakukan gerakan pencegahan penyakit jantung koroner. Anda juga dapat membaca artikel kami seputar jantung dengan judul Gejala umum yang timbul pada penyakit jantung dan Solusi menghindari penyakit jantung saat usia menopause.

Seperti penjelasan DOkterGaul.Net di awal tadi bahwa penyakit jantung koroner pada pria berbeda dengan penyakit jantung pada wanita. Sebagai contoh seorang pria akan merasakan nyeri pada bagian dada, sedangkan pada wanita akan sering merasakan lebih cepat lelah dan lemah. Pria yang sedang berusia 40 tahun ke atas memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dingan wanita.